Kanggo pengeling-eling supoyo ra ilang jawane

Amenangi zaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Yen tan melu anglakon
Melu edan nora tahan
Boya keduman milik
Kaliren wekasanipun
Dilalah karsa Allah
Begja-begajne kang lali, luwih begja kang eling lan waspada

Wong bener thenger-thenger,
Wong salah bungah-bungah,
Wong apik ditampik-tampik
. 
Dhandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dhandhang.

Kakehan gludhug kurang udan.
Kegedhen endhas kurang uteg
Alihan gung
Merak kecancang
Malang kadhak
Micakake wong melek 
Ngalem legine gulo
Ngantuk nemu kethuk

Anjabung alus
Keplok ora tombok
Ilang jarake, kari jaile
Ambondhan tanpo ratu
Ngalasake negoro..
Mampang mumpung
Alesus gumeter
Sawat ambalang kayu
Setan nggowo ting
Caca upa
Bahni maya pramana
Arep jamure, emoh watange
Gecul kumpul
Adigang, Adigung, Adiguna
Pitik trondhol dibubuti

Amenangi zaman edan
Mengalami zaman edan/gila

Ewuh aya ing pambudi
Serba sulit menentukan perilaku

Melu edan nora tahan
Mau ikutan berbuat gila, tak sampai hati
/bye

Yen tan melu anglakoni
Kalau tak ikutan

Boya keduman milik
Tidak kebagian rejeki ( uang, harta)

Kaliren wekasanipun
Jadinya kelaparan

Dilalah karsa Allah
Sudah menjadi kehendak Tuhan

Begja-begajne kang lali, luwih begja kang eling lan waspada
Seberapapun untung yang didapat oleh orang yang lagi lupa, masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.

Melecehkan kebenaranseperti pada ungkapan ini :

Wong bener thenger-thenger,
Wong salah bungah-bungah,
Wong apik ditampik-tampik
.
Artinya :
Orang benar jadi susah,
Orang salah malahan senang hidupnya,
Orang baik tidak diterima bahkan diusir.

Dhandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dhandhang.
Yang jahat dibilang baik, yang baik dikatakan jahat.

Sindiran kepada orang tak bermutu

Ada saja orang tak bermutu dizaman apapun, orang-orang yang berlagak sok pintar.
Contohe :

Kakehan gludhug kurang udan.
Kebanyakan guntur, hujannya sedikit. Artinya kebanyakan ngomong, yang benar sedikit.

Kegedhen endhas kurang uteg.
Kebesaran kepala, otaknya kurang.

Alihan gung
Lagaknya kaya orang gedean, bodoh merasa pintar.

Merak kecancang
Bergaya anggun bak burung merak.

Malang kadhak
Berjalan gaya kesana kemari seperti itik.
Ini adalah gambaran orang yang mendem drajad, pangkat lan semat.
Orang yang mabuk kekuasaan, kedudukan, pangkat dan kekayaan materi.
Murang kara adalah orang yang berperilaku tidak baik seperti koruptor, manipulator, pemeras,yang menyalah gunakan kedudukan untuk mencari uang yang tidak halal.

Micakake wong melek
Orang yang tidak malu atas perbuatannya yang tidak baik, dia anggap semua orang itu buta, tidak tahu akan perbuatannya yang tercela seperti menggerogoti uang negara, memeras dsb.
Mungal mungil adalah orang yang tak punya pendirian.

Ngalem legine gulo
Memuji manisnya gula. Dengan menyanjung orang kaya/berpangkat mengharapkan diberi sesuatu.

Ngantuk nemu kethuk.
Ini gambaran orang malas, tanpa bekerja dapat rejeki.

Anjabung alus
Menipu dengan cara halus.

Keplok ora tombok
Orang yang mencela orang lain dan tidak membantu.

Ilang jarake, kari jaile
Hilang sudah sifat baik, yang ada hanya iri dan dengki.

Ambondhan tanpo ratu
Tidak menghormati tatanan/peraturan, ulahnya mengacau.

Ngalasake negoro..
Negara dianggap hutan, berbuat seenaknya sendiri.

Mampang mumpung
Berbuat semaunya sendiri.

Alesus gumeter
Sengaja menyebarkan berita yang mengacau.

Sawat ambalang kayu
Dinegeri yang tatanannya baru sakit, ada saja peramal yang senangnya mengeluarkan ramalan-ramalan, meski kebanyakan ramalannya tidak benar.

Setan nggowo ting
Setan yang berkeliaran membawa lentera, artinya ada orang yang berkeliaran kesana kesini untuk menghasut dan berbuat jahat.

Caca upa
Berbuat jahat supaya terjadi permusuhan, lalu menyediakan racunnya – Raja wisuna.

Bahni maya pramana
Melakukan kampanye busuk ( black campaign) sambil mencerca dan memaki lawannya.

Arep jamure, emoh watange
Pemalas, maunya hidup enak ,tetapi tidak mau bekerja keras.

Gecul kumpul
Kumpulan para penjahat.

HadigangMunculnya para pemimpin yang merasa kuat.

Hadigung
Merasa besar dan kuasa.

Hadiguna
Merasa pandai.

Sementara itu , banyak anak buahnya, pejabat dibawahnya yang tindakannya tidak punya malu :
Rai gedheg.

Mereka suka memeras kawula yang kebanyakan juga hidup susah, sampai kawula tak punya apa-apa, diibaratkan seperti :

Pitik trondhol dibubuti .
-Ayam yang bulunya jarang, masih juga dibubuti bulunya hingga plonthos, habis semua bulunya.

Mugo -mugo kabeh mau minongko wawasan supoyo ora keblasuk anggone mlaku urip iki…
Matur nuwun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s