Bilung

Bilung adalah rekan Togog Tejamantri.Kedua tokoh ini mengabdi pada tokoh-tokoh jahat,biasanya dari golongan raksasa atau raja sabrangan.Pada awalnya mereka memberi nasehat dan petuah pada majikannya yang jahat,tapi selalu sia-sia.Jika nasehatnya diabaikan,mereka malahan memberi saran-saran yang pada akhirnya justru akan menjerumuskan.

Tokoh Bilung digambarkan dengan tingkah laku dan wajah yang menyebalkan,hidungnya pesek,rambut keriting tapi tumbuhnya tidak rata,karena di kepalanya banyak kudis.Suaranya agak sengau dan selalu merengek-rengek,tidak enak didengar.Nama lain Bilung ialah Tokun,Sarahita,atau Sarawita.Pada Wayang Kulit Parwa Bali,ada tokoh panakawan yang serupa dengan Bilung disebut Sengut.

Karena Bilung selalu bertingkah laku angkuh dan sombong,ia sering dimusuhi Petruk bila mereka bertemu.Pertengkaran mereka selalu diakhiri dengan tangis Bilung karena tokoh ini sangat cengeng.Dalam pewayangan,Bilung dikenal sebagai tokoh panakawan dari negeri sabrang,maksudnya dari luar Jawa.Itulah sebabnya dalam berbicara Bilung selalu banyak menyelipkan kata-kata Melayu.

Pada mulanya pada pedalangan zaman Mataram Surakarta sekitar abad ke-19,Sarahita atau Sarawita adalah panakawan pasangan Caturgora,yang digunakan sebagai pamong khusus bagi tokoh sabrangan.Sedangkan Togog dan Bilung adalah pamong atau panakawan bagi tokoh jahat di pulau Jawa.Menurut pedalangan gaya Jawa Timuran,asal-usul Bilung yaitu dari gigi Sang Hyang Punggung atau Togog yang pecah atau cuwil pada waktu mencoba menelan gunung Saloka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s